Presiden Jokowi Perintahkan Menteri ATR Kawal Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap
Dia mengatakan bahwa salah satu tugas yang diamanatkan kepadanya adalah melanjutkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
"Perintah pak Presiden yang pertama agar program PTSL sertifikat ini dilanjutkan sesuai dengan target 126 juta, saat ini sudah terealisasi sebanyak 80 juta Kemudian yang kedua adalah menyelesaikan konflik agraria dan yang ketiga adalah menyelesaikan tata ruang IKN di Balikpapan,"ungkap Hadi dalam program Podkabs yang ditayangkan channel Youtube Sekretariat Kabinet RI, dikutip Minggu (3/7/2022).
Dia mengaku yakin akan mampu menyelesaikan
tugas yang diberikan oleh Presiden Jokowi berbekal ilmu manajemen pertempuran
yang dipelajarinya saat masih berada di kesatuan militer.
"Ini saya kira mudah dengan manajemen
pertempuran manajemen perang kan ada deteksi identifikasi eksekusi itu sudah
kemarin dalam satu minggu sudah saya laksanakan dan di tiga tempat semuanya
berjalan normal dan selesai masalah di daerah," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Hadi dilantik
Jokowi sebagai Menteri ATR/BPN pada Rabu (15/6/2022). Dia menggantikan Menteri
ATR/BPN sebelumnya, Sofyan Djalil.
Dengan posisi baru ini, Hadi kembali ke
lingkar pemerintahan setelah menyerahkan tongkat komandonya sebagai pimpinan
tertinggi korps militer kepada Jenderal Andika Perkasa pada 19 November 2021
karena purnatugas.
Penyelesaian sertifikat tanah di kabupaten dan kota terus dikebut. Menteri Agraria dan Tata Ruang Hadi Tjahjanto menargetkan sebelum tahun 2022 berakhir ada tiga sampai lima kabupaten/kota di setiap provinsi telah memiliki sertifikat tanah lengkap.
"Untuk sertifikat sendiri saya sudah punya target bahwa sebelum atau berakhirnya tahun 2022 itu ada kota atau Kabupaten yang sudah berstatus Kabupaten lengkap atau kota lengkap artinya seluruh kabupaten itu atau kota itu semuanya sudah di sertifikatkan tanahnya, ada setiap provinsi ada tiga atau empat atau lima," kata Hadi dalam program Podkabs yang ditayangkan channel Youtube Sekretariat Kabinet RI, dikutip Senin (4/7/2022).
Dia menambahkan, seandainya itu bisa terjadi
artinya di Indonesia baru pertama kali ada wilayah yang bisa tersertifikat
secara penuh. Dia bahkan tak menoleransi aksi mafia tanah yang mengganggu
tercapainya target tersebut.
"Kita bisa sampaikan bahwa wilayah itu adalah menjadi wilayah yang memberlakukan hukum positif artinya apa, hukum positif ketika ada investor datang, tenang, karena semua sudah tersertifikat dengan baik. Kemudian kalau ada mafia tanah dia juga gak bisa ngaku-ngaku, kalau dia ngaku-ngaku, itu langsung kita pidanakan, itu target saya," ujar Hadi.
Hadi mengaku yakin dengan target yang dibuatnya, bahkan dirinya mengungkapkan 95% keyakinannya untuk merealisasikan target tersebut.
"Saya katakan 95% saya berani mengatakan
itu, karena yang 5% adalah%tase kegagalan, ada ini itu ya kurang lebih 5%,
karena saya harus turun ke lapangan," tegasnya.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan
Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto meminta jajarannya memberikan
pelayanan terbaik kepada masyarakat dan tak ada pungutan liar dalam pengurusan
dokumen pertanahan.
Menteri Hadi
Tjahjanto memerintahkan seluruh jajaran Kementerian ATR/BPN dapat
mengubah citra menjadi lebih baik dengan memberikan pelayanan terbaik kepada
masyarakat, terlebih kepada masyarakat yang mengurus sendiri berkasnya ke
kantor Pertanahan.
Dia meminta jajarannya membuatkan loket
prioritas bagi masyarakat yang mengurus permohonannya secara mandiri.
"Layani masyarakat dengan baik, kita
tunjukkan bahwa kita tidak ada yang namanya pungli (pungutan liar)," kata
Menteri ATR/Kepala BPN dilansir ANTARA, Kamis, 30 Juni.
Hadi menekankan pentingnya kerja bersama dari
seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam menyukseskan program prioritas
pemerintah di bidang agraria yaitu Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Dia meminta program PTSL terselenggara dengan baik agar bisa memberikan
pelayanan terbaik dan kepastian hukum atas tanah masyarakat Indonesia.
Menteri Hadi Tjahjanto mengemukakan,
Kementerian ATR/BPN harus menyelesaikan konflik agraria, termasuk di antaranya
tumpang tindih dan mafia tanah. Harapan Presiden Joko Widodo dengan adanya
Kebijakan Satu Peta, yaitu kementerian/lembaga dapat memiliki peta yang sama.
"Dengan demikian, maka tidak ada lagi mafia tanah, investor tenang masuk ke Indonesia, kepastian hukum bisa dilaksanakan dengan baik," katanya.

Komentar
Posting Komentar